PENGETAHUAN DASAR FIREWALL
INTERNET, jaringan global yang sudah
merambah ke seluruh penjuru dunia merupakan jaringan yang menjanjikan
banyak informasi untuk digali, dan lahan yang sangat luas untuk
manajemen publikasi. Oleh karena itu pemanfaatannya sudah sangat luas,
baik di kalangan pribadi, pemerintah maupun industri.
Tetapi, di
balik itu semua banyak juga perusak dan pengacau (hacker) yang berusaha
terus untuk membuat kesulitan-kesulitan, seperti pencurian informasi dan
perusakan data, khususnya data-data pemerintah atau perusahaan yang
bersifat rahasia dan penting. Disamping itu mereka (para hacker)
mempunyai keahlian menembus sistem pengaman yang telah dipasang.
Untuk
menghadapi hal demikian, para pakar komputer menemukan sistem pengaman
yang dapat mengurangi kemungkinan dibobol. Disamping itu teknologi yang
masih dibilang baru ini, dapat dirancang sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan.
Karena ampuhnya sistem pengaman ini, para pakar penemu
taknologi ini memberi nama 'Firewall' atau dinding api, yang mempunyai
arti sebuah dinding yang sulit untuk ditembus. Mengapa sulit untuk
ditembus?
Para pakar mengantisipasi penerobos dengan pengamanan
rangkap. Posisi sistem pengaman ini ditempatkan pada tempat yang
strategis dan merupakan daerah kritis, yaitu daerah pertemuan antara
jaringan internal dan jaringan eksternal.
Komponen utama
teknologi ini adalah Paket Filtering Gateway, Application-Level Gateway
dan Circuit-Level Gateway. Ketiga komponen ini bisa
dikombinasikan/dikonfigurasikan sesuai dengan kebutuhan.
Paket
Filtering Gateway: sistem ini bekerja dengan mentransferkan paket-paket
berdasar pada sumber dan tujuan dari alamat atau port paket-paket
tersebut. Tentunya paket-paket itu disaring terlebih dahulu, mana yang
diterima dan mana yang dtolak.
Application-Level Gateway mengatur
jalur lalulintas data dan mengatur penempatan aplikasi sehingga bisa
mengawasi jalur masuk dan keluar data.
Circuit-Level Gateway, merupakan penghubung antara TCP port dengan beberapa host tujuan di luar gateway.
Konfigurasi
Dengan
komponen-komponen yang ada pada Firewall, kita dapat menata konfigurasi
yang berbeda dan masing-masing konfigurasi mempunyai kekuatan dan
kelemahan. Berikut beberapa contoh konfigurasi dari firewall:
a. Screened Network
Adalah
model dari firewall yang paling sederhana, yaitu hanya mengunakan
paket-filtering software, yang bekerja pada screening router untuk
mengijinkan orang yang dipercaya masuk dan menolak yang jahat.
Keuntungan
paket filtering adalah mudah dipakai untuk tempat-tempat yang kecil dan
tidak rumit. Penginstalan perangkat lunak ini sangat mudah jika kita
sudah memiliki jalur yang menghubungkan jaringan kita dengan dunia luar
dan tidak memerlukan tambahan atau perubahan apapun.
Kerugiannya,
perangkat lunak ini hanya punya sedikit atau bahkan tidak mempunyai
kemampuan logging sehingga administrator jaringan tidak bisa berbuat
banyak jika sistem sudah diserang penyusup. Dan yang utama adalah,
sistem pengaman ini hanya bergantung pada satu komponen saja. Jika
komponen pertama ini dapat ditembus oleh penyusup, maka sistem Anda
tidak punya pengaman lagi.
b. Dual-Homed Gateway
Dual-homed
gateway menggunakan sebuah komputer Proxy server dengan menambah dua
interface cards jaringan (NICs), yang masing-masing memiliki alamat IP
sendiri. Jika sebuah komputer pada satu jaringan akan mengadakan
hubungan dengan jaringan lain, maka komputer tersebut akan menghubungi
alamat IP pada kedua interface card yang bertindak sebagai penghubung.
Proxy server akan mengatur proses hubungan antara dua jaringan yang akan
berkomunikasi.
Keuntungan utamanya adalah memberikan pemisah
yang tegas antara jaringan yang dilindungi dengan jaringan luar. Selain
itu menyediakan logging yang dapat membantu dalam pendeteksian serangan.
Dan bila dibutuhkan bisa dilakukan authentication servers pada
konfigurasi ini.
Kerugiannya, proxy server yang ada pada
konfigurasi ini perlu didesain secara khusus untuk tiap-tiap pelayanan.
Dan tidak semua pelayanan dapat diatasi oleh proxy server ini. Kemampuan
pengamanan pada konfigurasi ini akan hilang, jika pada saat
peng-instal-an kemampuan routing pada sistem operasi lupa dimatikan.
c. Screened Host
Konfigurasi
ini menggunakan komponen screening router (paket filtering) dan
application gateway, untuk mencapai tingkat keamanan yang lebih tinggi.
Semua jalur yang datang dari Internet langsung dilewatkan ke screening
router untuk dilakukan penyaringan sesuai ketentuan yang telah
ditetapkan. Dan bila telah memenuhi aturan yang ada, maka jalur tersebut
diteruskan ke application gateway. Jadi semua jalur yang tidak melewati
application gateway, tidak akan dapat meneruskan perjalanannya.
Konfigurasi ini hanya membutuhkan satu interface card jaringan, sehingga
proxy server yang digunakan juga mempunyai kebijaksanaan/peraturan
sendiri.
Keuntungannya, konfigurasi ini lebih fleksibel jika
dibanding dengan dual-homed gateway. Jalur yang sudah dapat dipercaya
setelah melalui screening router dapat langsung menuju ketampat-tempat
yang diinginkan di dalam jaringan, tanpa melalui application gateway.
Dan jika salah satu komponen dapat ditembus, maka komponen yang lain
dapat melakukan tindakan perlindungan.
Kerugiannya, walaupun
fleksibel, pengkonfigurasian kedua komponen harus hati-hati, karena bisa
jadi dalam men-setup router ke semua jalur lalulintas data pada proxy
server, terjadi satu kesalahan maka keamanan tidak dapat dijamin lagi.
Dan kefleksibelan itu sendiri dapat mengakibatkan tingkat keamanan
menjadi rendah, karena banyak pemakai ingin langsung ke tujuan tanpa
melalui application gateway/proxy server.
d. Screened Subnet
Screened
subnet menambah sebuah screened router lagi ke dalam konfigurasi
screened host untuk membuat sebuah subnet tambahan untuk melengkapi
application gateway dan dapat digunakan untuk information server, modem
pools dan sistem lainnya. Subnet ini juga dapat digunakan untuk
perlindungan tambahan. Jadi secara transparan dapat digambarkan, pada
konfigurasi ini ada screening router luar, application gateway dan ada
screening router dalam.
Keuntungannya adalah konfigurasi ini mempunyai sistem pengaman yang tangguh dengan adanya dua screening router yang dipasang.
Kerugiannya,
dari segi biaya, konfigurasi ini paling mahal diantara
konfigurasi-konfigurasi sebelumnya. Dan tentunya dengan adanya dua
router dan satu application gateway, dapat menambah kerumitan dalam
peng-instal-annya.
Disamping keempat konfigurasi di atas, kita
bisa membuat konfigurasi lainnya yang sesuai dengan kebijaksanaan
keamanan yang kita inginkan. Misalkan dengan menambahkan komponen lagi
pada salah satu konfigurasi di atas atau menambah aturan-aturan pada
screening router yang kita gunakan.
Dari konfigurasi-konfigurasi
yang kita bangun, kita dapat memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan
dan kemampuan yang kita miliki. Selain itu pertimbangkan juga keuntungan
dan kerugian yang dimiliki tiap-tiap konfigurasi, sehingga kita tidak
mengalami kesalahan yang fatal, seperti biaya yang terlalu mahal,
kerumitan yang tidak sebanding dengan jaringan yang dilindungi dan lain
sebagainya.
Jadi dalam menentukan mana yang terbaik dan mana yang
akan kita gunakan, perlu ditinjau dari semua segi yang tentunya masih
mempunyai hubungan dengan masalah sistem pengamanan jaringan komputer.
Sumber : http://diannets.blogspot.com/2008/03/pengetahuan-dasar-firewall.html
Selasa, 12 November 2013
10 Gua Terindah di Dunia
Seperti
Kita tahu gua adalah salah satu bagian yang paling indah di dunia.
Mereka dapat menciptakan pemandangan yang menakjubkan dan pengalaman
yang luar biasa juga untuk beberapa orang yang ingin merasakan seperti
pengalaman yang menyenangkan dan tidak biasa. Mari kita lihat di atas 10
gua yang paling menakjubkan di dunia kita.
10 - Škocjan Caves (Slovenia)
10 - Škocjan Caves (Slovenia)

Karena signifikansi luar biasa mereka, Gua Škocjan yang dimasukkan dalam daftar situs UNESCO dunia alam dan warisan budaya pada tahun 1986. Internasional kalangan ilmiah telah demikian mengakui pentingnya Gua sebagai salah satu harta alam planet Earth.Ranking antara gua-gua yang paling penting di dunia, Gua Škocjan merupakan fenomena bawah tanah yang paling signifikan di kedua wilayah Karst dan Slovenia.
9 - Cave of the Ghost (Venezuela)


Gua Hantu, adalah "La Cueva del Fantasma" di Spanyol, sebuah gua raksasa di Venezuela selatan, terletak di salah satu, bagian yang paling kaya secara biologis geologi kuno dunia, di sepanjang lereng tepui Aprada. cukup besar untuk dua helikopter mendarat di gua, laporan dari Zootaxa dikatakan sebagai bukti foto pertama seperti gua besar. Namun, para ahli catatan, tidak teknis gua, melainkan runtuh, ngarai curam.
8 - Mammoth Cave (USA)


Mammoth Cave National Park adalah Taman Nasional AS di Kentucky pusat, meliputi bagian-bagian dari Mammoth Cave, sistem gua terpanjang dikenal di dunia. Nama resmi sistem adalah Mammoth-Flint Ridge Sistem Gua tonjolan di mana gua itu telah terbentuk. Taman ini didirikan sebagai taman nasional pada tanggal 1 Juli 1941. Ini menjadi Situs Warisan Dunia pada tanggal 27 Oktober, 1981 dan Biosphere Reserve internasional pada tanggal 26 September 1990.
7 - Carlsbad Caverns (USA)


Carlsbad Caverns Taman Nasional adalah Taman Nasional Amerika Serikat di Pegunungan Guadalupe di tenggara New Mexico. Daya tarik utama dari taman untuk pengunjung terbanyak adalah gua menunjukkan, Carlsbad Caverns. Pengunjung gua dapat kenaikan sendiri melalui pintu masuk alam, atau mengambil lift (pintu keluar untuk semua orang) langsung ke ruang makan Underground sekitar 750 kaki (230 m) di bawah ini. Carlsbad Caverns termasuk kamar gua besar, Room, sebuah ruangan batu kapur alami yang hampir 4.000 kaki (sekitar 1.219 m) panjang, 625 kaki (190,5 m) lebar, dan 350 kaki (sekitar 107 m) yang tinggi pada titik tertinggi. Ini adalah ruang terbesar ketiga di Amerika Utara dan terbesar ketujuh di dunia.
6 - Fantastic Cave Pit (USA)


Fantastic Pit terletak di Ellisons Gua, sebelah timur Lafayette, GA. itu 586 "dalam, yang merupakan lubang gua terdalam dikenal di daratan Amerika Serikat. pit ini cukup besar untuk menampung Washington Monument (555 '). Ini adalah benar-benar fantastis rappel, dibutuhkan hampir 8 detik untuk sebuah batu untuk memukul bagian bawah.
5 - The Reed Flute Cave (China)
Dengan lokasi lima kilometer barat laut pusat kota Guilin, Reed Flute Cave merupakan gua brilian ditandai pada hampir semua jadwal perjalanan. Gua mendapat namanya dari alang-alang hijau yang berkembang di luar itu, di mana orang membuat seruling. Di dalam gua ini terkikis air adalah dunia spektakuler berbagai stalaktit, pilar batu dan formasi batuan yang diciptakan oleh pengendapan karbonat. Diterangi oleh pencahayaan berwarna, pemandangan fantastis ditemukan dalam berbagai variasi sepanjang ini gua 240-meter-panjang. Berjalan melalui pilar batu berdesak-desak, wisatawan pesta mata mereka di tempat berubah, perasaan mereka berada dalam surga di mana para Dewa tinggal.
4 - Eisriesenwelt Ice Caves (Austria)


The Eisriesenwelt adalah es batu kapur gua alam yang terletak di Austria, sekitar 40 km selatan Salzburg. Ini adalah gua es terbesar di dunia, memperluas lebih dari 42 km terowongan dan ruang. Hanya kilometer pertama, kawasan yang diperbolehkan wisatawan untuk mengunjungi, yang tertutup es. Sisanya gua terbuat dari batu kapur. Masuk ke gua diatur dan tur 75 menit mengambil di beberapa gua besar mengandung formasi es rumit dan air terjun beku.
3 - Waitomo Glowworm Cave (New Zealand)


The Waitomo Glowworm Gua terletak di wilayah Waikato Selandia Baru Pulau Utara. Ini adalah bagian dari sistem Gua Waitomo, yang mencakup Ruakuri Gua dan Aranui Gua. Seperti namanya, gua berfungsi sebagai rumah untuk glowworms, khususnya Arachnocampa luminosa, yang merupakan jenis spesies nyamuk jamur yang bersinar dalam tahap larva mereka. Karena berada di bawah air 30 juta tahun yang lalu, gua terbuat dari batu kapur terdiri dari fosil kerang, kerangka dan karang.
2 - Majlis al Jinn Cave (Oman)


Majlis al Jinn Gua adalah gua terbesar kedua di bumi. Dalam Kesultanan Oman di daerah terpencil dari Dataran Tinggi Selma Anda akan menemukan gua ini spektakuler. Ini adalah sebuah gua yang menakjubkan yang dapat diakses melalui celah di tanah dengan tali. Tinggi di bagian dalam gua ini berjalan 120-150 meter. Lantai gua adalah 300 dengan 200 meter dan untuk memberikan yang lebih baik perseptif seberapa besar gua ini, itu adalah cukup raksasa itu, piramida terbesar di Mesir, Piramida besar Giza di Mesir hanya akan tentang muat di dalamnya. Landasan piramida kurang lebih dimensi yang sama dari lantai ruang dan tinggi yang sangat sebanding.
1 - Cave of Crystals (Mexico)


Gua Kristal, terletak di Tambang Naica kerja Chihuahua, Meksiko, telah memikat dunia sejak pertama kali ditemukan pada tahun 2000 oleh dua bersaudara pengeboran dalam memimpin Naica dan tambang perak. Sampai Anda melihat orang-orang jeruk-cocok memanjat sekitar, sulit untuk memahami skala yang luar biasa ini hutan kristal bawah tanah yang adalah beberapa kristal Selenite alam terbesar di dunia, dengan formasi kristal yang menakjubkan berukuran lebih dari 30ft (9.2m) panjangnya dan lebih dari 4ft (1.2m) di diameter. Mereka terbentuk dari airtanah jenuh di sulfat kalsium yang dihangatkan oleh intrusi magma sekitar satu mil di bawah ini.
5 gunung Terindah dan Sasaran Pendakian
1. Puncak Jaya atau Carstenz (Pegunungan Jayawijaya), Papua
Puncak Jaya ialah sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terdapat di provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian 4884 m dan di sekitarnya terdapat gletser Carstenz, satu-satunya gletser tropika di Indonesia, yang kemungkinan besar segera akan lenyap akibat pemanasan global. Puncak ini pernah dinamai Poentjak Soekarno dan merupakan gunung yang tertinggi di Oceania. Puncak Jaya adalah salah satu dari tujuh puncak dunia.
2. Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat
Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung ini merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl. Rinjani adalah gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani. Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.
3. Gunung Bromo, Jawa Timur
Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
4. Gunung Kelimutu, Nusa Tenggara Timur
Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu. Kelimutu merupakan gabungan kata dari “keli” yang berarti gunung dan kata “mutu” yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.
5. Gunung Semeru, Jawa
Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang.(**)
Puncak Jaya ialah sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terdapat di provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian 4884 m dan di sekitarnya terdapat gletser Carstenz, satu-satunya gletser tropika di Indonesia, yang kemungkinan besar segera akan lenyap akibat pemanasan global. Puncak ini pernah dinamai Poentjak Soekarno dan merupakan gunung yang tertinggi di Oceania. Puncak Jaya adalah salah satu dari tujuh puncak dunia.
2. Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat
Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung ini merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl. Rinjani adalah gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani. Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.
3. Gunung Bromo, Jawa Timur
Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
4. Gunung Kelimutu, Nusa Tenggara Timur
Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu. Kelimutu merupakan gabungan kata dari “keli” yang berarti gunung dan kata “mutu” yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.
5. Gunung Semeru, Jawa
Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang.(**)
Sepuluh Gunung Tertinggi di Indonesia
10 Gunung Tertinggi di Indonesia
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai banyak gnunung dan pegunungan. Hal ini tentu tak terlalu mengherankan, mengingat posisi berada pada pertemuan 2 rangkaian gunung berapi aktif (Ring of Fire). Tercatat di Indonesia terdapat sekitar 400 gunung berapi dimana 130 di antaranya adalah gunung berapi aktif. Nah, dari jumlah tersebut, kita akan mengurutkan daftar 10 gunung tertinggi di Indonesia. gunung apa sajakah itu? silahkan disimak.1. Gunung Puncak Jaya (4.884 meter), Papua

2. Gunung Kerinci (3.805 meter), Sumatera Barat dan Jambi

3. Gunung Rinjani (3.726 meter), Lombok, Nusa Tenggara Barat

4. Gunung Semeru (3.676 meter), Kab. Malang dan Lumajang

5. Gunung Slamet (3.432 meter), Perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang.
6. Gunung Sumbing (3.371 meter), Kabupaten Magelang, kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Temanggung
7. Gunung Arjuno (3.339 meter), Malang, Jawa Timur

8. Gunung Raung (3.322 meter), Banyuwangi, Jawa Timur

9. Gunung Lawu (3.265 meter), Karanganyar, Wonogiri, Magetan
10. Gunung Welirang (3.156 meter), Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Malang

Sumber : http://serba-sepuluh.blogspot.com/2013/06/10-gunung-tertinggi-di-indonesia.html
Mengenai perlengkapan Caving
Seorang penelusur goa atau caver diharapkan selalu memperhatikan kelengkapan standar perlengkapan sebelum masuk Gua.
Perlu diketahui perlangkapan standar tersebut meliputi,
Pertama, pakaian, jenis coverall (seperti pakaian montir) dari bahan yang mudah dicuci dan cepat kering, berkantong banyak. Biasanya berwarna mencolok sehingga mudah dilihat bila terkena sorotan lampu.
Kedua, sepatu tinggi tanpa tali, bertapak (sol) kembang anti slip dan mudah dibuka untuk membuang lumpur atau air yang masuk.
Ketiga, sarung tangan, gunanya untuk menahan tajamnya batu-batuan.
Keempat, manfaat perlunya pelindung siku dan lutut karena penelusur sering merangkak atau merayap.
Kelima, tutup kepala, helm caving khusus dengan pengikat ganda kiri-kanan di depan dan di belakang telinga. Dari bahan tidak mudah pecah, dilengkapi lampu kepala dan reservoir karbit yang kuat.
Keenam, sumber cahaya di goa. Minimal ada tiga jenis, yaitu listrik / baterei (headlamp / lampu kepala dan lampu tangan), karbit (headlamp) dan lilin. Namun sebaiknya, harus membawa cadangan karbit, bola lampu dan batu beterei.
Ketujuh, tas kedap air yang berisi botol air minum, gula jawa / makanan kecil, cadangan karbit dalam botol berulir yang kedap air, batu baterei dan bola lampu, lilin, korek api, selimut survival (bila memasuki gua yang dingin di atas gunung), kertas kedap air, pensil, tutup kepala dari plastik (shower cup), alat foto khusus (untuk penelusur yang akan membuat foto), alat-alat P3K sederhana, handuk kecil dan pakaian kering.
Tidak cukup itu saja,apabila ingin menelsuri gua jenis vertikal peralatan wajibnya terdiri dari peralatan pribadi seperti satu set alat SRT, meliputi seat dan chest harness, ascendeur, descendeur caving, croll, delta dan oval maillon rapid, beberapa carabineer screwgate, ikat pinggang khusus untuk mencantolkan container lampu karbit, dua buah cow’s tail, footloop dan carabineer snape gate secukupnya.
Untuk satu tim, peralatannya meliputi tali statik dan dinamik, tas kecil berisi hammer, hand drill, bolt untuk anchor, macam-macam hanger (plate, twisted, clown, ring), tangga (ladders) dari baja,padding, extra webbing, extra carabineer, extra air mineral untuk minum, obat-obatan, cadangan karbit dan alat-alat untuk pemetaan gua.Bahkan ada beberapa gua untuk menesuri dibutuhkan , perahu karet, dan dayung.
Setelah mengetahui perlengkapan dan peralatan standar,Caver perlu memiliki pengetahuan bagaimana cara untuk memasang lintasannya (rigging) yang safety.
Rigging biasanya dipasang oleh minimal dua orang yang mahir dan tahu masalah fall factor, padding dan cara memilih anchor points secara tepat.
Lalu bagaimana pemilihan anchor point atau titik tambat.
Untuk anchor dengan titik tambat pohon, sebaiknya carilah dahan besar dari pohon, namun teliti secara cermat kondisi kekuatan dan posisinya.
Untuk lubang tembus dari batuan yang telah dinilai kekuatan dan posisinya, bila perlu dites terlebih dahulu kekuataannya.
Kemudian bila anchor pada crack atau rekahan dinding yang telah diteliti arah dan bentuk celah, juga kuat tidaknya menahan tarikan untuk menahan alat pengaman sisip.
Bentukan alam dalam gua juga dapat digunakan, seperti stalagmite atau pilar besar. Anchor ini digunakan hanya sebagai anchor deviasi (tambahan / back up). Biasanya menggunakan webbing dan jangan mendapat beban terlalu berat.
Lantai, dinding atau atap gua yang terdiri dari batuan keras untuk dibor dan dipasangi bolt sebagai anchor. Hematlah penggunaan bolt. Bila tidak ada anchor points untuk pasang lintasan, baru digunakan padding untuk mengurangi gesekan tali dengan batu. Hanya pada situasi tertentu (fall factor > 1) boleh dibuat shock absorbing knots pada tali statik (situasi demikian sedapat mungkin harus dihindari)
Sumber : http://himpalaunas.com/artikel/etalase/2010/10/04/mengenal-perlengkapan-standar-caving
Perlu diketahui perlangkapan standar tersebut meliputi,
Pertama, pakaian, jenis coverall (seperti pakaian montir) dari bahan yang mudah dicuci dan cepat kering, berkantong banyak. Biasanya berwarna mencolok sehingga mudah dilihat bila terkena sorotan lampu.
Kedua, sepatu tinggi tanpa tali, bertapak (sol) kembang anti slip dan mudah dibuka untuk membuang lumpur atau air yang masuk.
Ketiga, sarung tangan, gunanya untuk menahan tajamnya batu-batuan.
Keempat, manfaat perlunya pelindung siku dan lutut karena penelusur sering merangkak atau merayap.
Kelima, tutup kepala, helm caving khusus dengan pengikat ganda kiri-kanan di depan dan di belakang telinga. Dari bahan tidak mudah pecah, dilengkapi lampu kepala dan reservoir karbit yang kuat.
Keenam, sumber cahaya di goa. Minimal ada tiga jenis, yaitu listrik / baterei (headlamp / lampu kepala dan lampu tangan), karbit (headlamp) dan lilin. Namun sebaiknya, harus membawa cadangan karbit, bola lampu dan batu beterei.
Ketujuh, tas kedap air yang berisi botol air minum, gula jawa / makanan kecil, cadangan karbit dalam botol berulir yang kedap air, batu baterei dan bola lampu, lilin, korek api, selimut survival (bila memasuki gua yang dingin di atas gunung), kertas kedap air, pensil, tutup kepala dari plastik (shower cup), alat foto khusus (untuk penelusur yang akan membuat foto), alat-alat P3K sederhana, handuk kecil dan pakaian kering.
Tidak cukup itu saja,apabila ingin menelsuri gua jenis vertikal peralatan wajibnya terdiri dari peralatan pribadi seperti satu set alat SRT, meliputi seat dan chest harness, ascendeur, descendeur caving, croll, delta dan oval maillon rapid, beberapa carabineer screwgate, ikat pinggang khusus untuk mencantolkan container lampu karbit, dua buah cow’s tail, footloop dan carabineer snape gate secukupnya.
Untuk satu tim, peralatannya meliputi tali statik dan dinamik, tas kecil berisi hammer, hand drill, bolt untuk anchor, macam-macam hanger (plate, twisted, clown, ring), tangga (ladders) dari baja,padding, extra webbing, extra carabineer, extra air mineral untuk minum, obat-obatan, cadangan karbit dan alat-alat untuk pemetaan gua.Bahkan ada beberapa gua untuk menesuri dibutuhkan , perahu karet, dan dayung.
Setelah mengetahui perlengkapan dan peralatan standar,Caver perlu memiliki pengetahuan bagaimana cara untuk memasang lintasannya (rigging) yang safety.
Rigging biasanya dipasang oleh minimal dua orang yang mahir dan tahu masalah fall factor, padding dan cara memilih anchor points secara tepat.
Lalu bagaimana pemilihan anchor point atau titik tambat.
Untuk anchor dengan titik tambat pohon, sebaiknya carilah dahan besar dari pohon, namun teliti secara cermat kondisi kekuatan dan posisinya.
Untuk lubang tembus dari batuan yang telah dinilai kekuatan dan posisinya, bila perlu dites terlebih dahulu kekuataannya.
Kemudian bila anchor pada crack atau rekahan dinding yang telah diteliti arah dan bentuk celah, juga kuat tidaknya menahan tarikan untuk menahan alat pengaman sisip.
Bentukan alam dalam gua juga dapat digunakan, seperti stalagmite atau pilar besar. Anchor ini digunakan hanya sebagai anchor deviasi (tambahan / back up). Biasanya menggunakan webbing dan jangan mendapat beban terlalu berat.
Lantai, dinding atau atap gua yang terdiri dari batuan keras untuk dibor dan dipasangi bolt sebagai anchor. Hematlah penggunaan bolt. Bila tidak ada anchor points untuk pasang lintasan, baru digunakan padding untuk mengurangi gesekan tali dengan batu. Hanya pada situasi tertentu (fall factor > 1) boleh dibuat shock absorbing knots pada tali statik (situasi demikian sedapat mungkin harus dihindari)
Sumber : http://himpalaunas.com/artikel/etalase/2010/10/04/mengenal-perlengkapan-standar-caving
Perlengkapan - Perlengkapan Dasar Mountaineering
PERLENGKAPAN MOUNTAINEERING
- yang pling utama
Tas carrier / day pack (tergantung kebutuhan)
cover bag
Dry bag
tenda
matras
slepping bag (SB)
- alat - alat penunjang
navigation (GPS, kompas, Altimeter, termometer, barometer)
komunikasi ( HP (klo da sinyal", Telpon sattelite, HT, WT,dsb)
- cooking stuff n Logistic
makanan yang cukup untuk kita bawa (roti, susu dsb.).
obat- obatan pribadi (encok, nyeri, antiseptik, anti -nyamuk, anti lintah dan pacet) dan multivitamin (A-Z)
energy bar (coklat, keju, gula merah, /yang mengandung kadar energi tinggi)
kompor portable mini beserta gas/ parafin/ spirtus
botol minum beserta air
- Untuk diri pribadi
Jacket (waterproof dan windproof)
rain coat
Sarung tangan
kaos kaki min 2
celana dalam
jam tangan
Sepatu /sandal
topi / topi hangat dan sal leher
kacamata
hand body, sun block, pelembab bibir
senter (headlamp, handlamp): LED/ Bolam kuning boros energi
gaiter
ikat pinggang, dompet, tas pinggang, gantungan kunci ( carrabiner mini)
trekking pole.
jangan terlalu banyak ya... seperlunya aja..... takutnya ngga kuat bawanya
Tas
Day pack
Body pack
Carrier
Hydration pack
SB
Down ( mumi )
Synthetic ( selimut)
Tenda/tents
patrol
ridge
bell
frame
doom
geodesic
semi - geodesic
single pole
hybrid tunnel
tunnel
Hub and Swivel Pole
single arch
pop up
Curved "A" Reinforced Ridge
single hoop
lavvu /pyramid
dsb
silahkan di pilih...
saran bagi teman-teman yang pengen naik gunung yang ngga terlalu tinggi sich (bukit)... ada baiknya nggak usah ngebawa ni peralatan semua, itu saran saya...., tapi kalau kalian pengen latihan sebelum naikin gunung yang tinggi sich ngga apa-apa, biar nanti pas naik ngga kaget :D
sekian dulu ya posting saya kali ini moga bermanfaat.....
Sumber : http://sismandapala.blogspot.com/2013/03/perlengkapan-mountaineering_19.html
Dasar-Dasar Caving
SPELEOLOGY berasal dari kata Yunani,
Spalion (gua) dan Logos (ilmu).Sehingga dapat diartikan speleologi
adalah ilmu yang mempelajari gua beserta ilmu dan lingkungannya. Menurut
IUS (Interna-tional Union Of Speleology), yang berkedudukan di Wina
Austria :

Gua adalah setiap ruangan bawah tanah
yang dapat dimasuki orang. Gua memiliki sifat yang khas dalam mengatur
suhu udara di dalamnya, yaitu sangat stabilnya suhu udara yang ada.
Menurut catatan yang ada, penelusuran gua dimulai oleh John Beaumont,
ahli bedah dari Somerset, England (1674). Ia adalah seorang ahli tambang
dan geologi amatir. Orang yang paling berjasa mendeskripsikan gua
adalah Baron Johan Valsavor dari Slovenia. Ia mengunjungi 70 gua,
membuat peta, sketsa dan melahirkan empat buku setebal 2800 halaman.
Untuk wisata gua pertama kali tercatat tahun 1818, ketika Kaisar
Habsbrug Prancis I dari Austria meninjau gua Adelsberg (sekarang bernama
gua Postojna) terletak di Yugoslavia. Sedangkan di Indonesia, faktor
mistik dan magis masih melekat erat di gua-gua. Baik sebagai tempat
pemujaan, sesaji maupun bertapa. Bahkan sering dianggap sebagai tempat
tinggal makhluk !! Dalam penelusuran gua sangat ditekankan suatu etika
yang harus dipegang teguh oleh para penelusur dan hal ini sudah menjadi
motto NSS (National Speleological Society). Etika tersebut yaitu :
ª Take Nothing But Picture (Tidak mengambil sesuatu kecuali foto)ª Leave Nothing But Footprints (Tidak meninggalkan sesuatu kecuali jejak kaki)
ª Kill Nothing But Time (Tidak membunuh sesuatu kecuali waktu)
ILMU YANG BERKAITAN DENGAN SPELEOLOGI
1. Geomorfologi
Adalah keadaan permukaan daerah kawasan gua merupakan suatu bentang alam yang khas. Khususnya di daerah karst, adanya bukit karst yang berbentuk cone karst, tower karst maupun bentuk morfologi lain seperti dolina, ovala, cockpit, sungai, maupun bentuk-bentuk lain yang merupakan ciri kawasan karst yang mengalami proses pelarutan.
2. Klimatologi
Keadaan iklim suatu daerah mempunyai pengaruh terhadap lingkungan gua, baik itu flora dan fauna, maupun bentuk fisik gua. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan suhu, tekanan, curah hujan yang ada di daerah tersebut.
3. Hidrologi
Merupakan cabang ilmu yang berkaitan dengan mempelajari proses terbentuknya lorong gua yang disebabkan oleh aliran air baik secara fisik maupun kimiawi. Selain itu, proses terbentuknya ornamen gua seperti stalaktit, stalakmit, canopy, gourdam, dll, endapan dalam gua,sungai bawah tanah, yang kesemuanya itu merupakan bagian dari proses terbentuknya gua.
4. Geologi
Bagi ahli geologi, gua sangat menarik. Mempelajari bagaimana terbentuknya batuan karbonat atau gamping, batuan vulkanik, dan metamorfosa. Juga mempelajari tentang Tektonik, seperti pelipatan, pengangkatan dan pergeseran.
5. Biologi
Ekosistem yang berada di dalam sebuah gua sangatlah unik. Keunikan ini terjadi karena tidak pernahnya cahaya yang masuk ke gua, perubahan suhu yang sangat kecil, dan masih banyak faktor yang lain. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi di permukaan yang boleh dibilang selalu mendapat cahaya.
6. Arkeologi dan Paleomologi
Nilai arkeologi dari suatu gua bisa terlihat karena adanya suatu peninggalan jaman purba yang masih bisa kita saksikan di dalam gua tersebut seperti lukisan di dinding dan peninggalan lainnya seperti kapak batu, patung, dan barang pecah belah. Gua yang memiliki nilai arkeologi contohnya ada di :
ª Maros, Leang-leang, Sumpang Bita, di Sulawesi Selatan.
ª Fak-fak Irian Jaya
ª Kalimantan Tengah, dan
ª Flores
Selain ke-6 ilmu id atas, masih banyak cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan penelusuran gua seperti antropologi,
PERALATAN
Peralatan Pribadi
1. Helm
Helm untuk kegiatan caving berbeda dengan helm untuk rafting, climbing, atau olah raga lainnya. Tapi prinsipnya sama yaitu untuk melindungi kepala dari benturan benda keras. Untuk caving, helm ini pada bagian depannya dilengkapi dengan lampu penerangan.
2. Alat penerangan
Alat ini sangat vital untuk digunakan mengingat kondisi di dalam gua selalu gelap.Dianjurkan untuk membawa minimal tiga buah alat penerangan yang berbeda cara penggunaanya. Contoh alat penerangan yang biasa dipakai : Boom, senter, dan lilin.
3. Pakaian
Untuk pakaian, sangat dianjurkan memakai pakaian yang menutup seluruh badan dari kaki sampai leher, dan terbuat dari bahan yang cepat kering jika basah. Hal ini mengingat kebanyakan kondisi gua yang selalu dalam keadaan basah.
4. Sepatu
Sepatu sangat dianjurkan dipakai dalam caving. Diutamakan yang tidak menyerap air (sepatu dari bahan karet), dan memiliki sol yang kuat. Sepatu sangat penting mengingat kondisi dasar gua yang kebanyakan berupa batuan yang runcing dan tajam
5. Pelampung
Banyak digunakan pada penelusuran gua yang berupa sungai bawah tanah.
6. Sarung Tangan
Digunakan untuk melindungi tangan dari gesekan dengan tali dan dinding gua /batu yang tajam dan kasar.
7. SRT (Single Rope Technic)
Terdiri dari :
1. Seat harness
2. Ascender
3. Descender
4. Millon Rapide
5. Chest harness
6. Cow.s tail
7. Foot lopp
Peralatan Kelompok
1. Tali
Tali yang digunakan sama dengan yang digunakan pada tebing, tapi lebih baik menggunakan jenis static rope.
1. Ladders
Ladder atau tangga tali, biasanya terbuat dari kawat baja, atau dari tali . Digunakan pada pitch pendek dengan bentuk lintasan overhang.
1. Padding
Digunakan untuk melindungi tali dari gesekan. Terbuat dari bahan terpal yang kuat terhadap gesekan
1. Peralatan lain
ª Webbing
ª Carabiner
ª Pengaman untuk tambatan
ª Hammer
ª Pulley
PEMETAAN
Pemetaan gua sangat penting untuk dilaksanakan. Gua yang sudah terpetakan akan memudahkan para penelusur selanjutnya untuk menyusuri gua tersebut. Misal untuk peenlitian, SAR, maupun untuk sekedar penyusuran biasa.
Peralatan:
* Pita ukur / meteran
Gunakan meteran yang terbuat dari karet/plastik, ketelitian sampai Centimeter, dan panjang sejauh mungkin ( ± 30 m).
* Kompas
Gunakan kompas yang simpel seperti kompas orienteering. Kalau mau lebih teliti gunakan kompas bidik.
* Clinometer
Digunakan untuk mengukur sudut kemiringan terhadap bidang datar
* Lembar catatan / Buku
Digunakan untuk mencatat data yang diambil selama pemetaan.
Gunakan kertas yang tahan air, seperti kertas minyak.
ª Pensil
ª Penghapus
Kelengkapan Peta
Hal – hal yang harus diperhatikan dan dicatat selama pemetaan diantaranya :
ª Nama gua. Usahakan sesuai dengan nama yang diberikan oleh
ª penduduk setempat.
ª Grade peta. Digunakan untuk menunjukkan ketelitian daripada pemetaan.
ª Lokasi Gua.
ª Arah utara peta.
ª Skala peta
ª Cross section. Menggambarkan penampang melintang lorong gua sesuai skala.
ª Simbol .simbol. Digunakan untuk menggambarkan keadaan / bentukan dari gua yang spesifik seperti runtuhan, sungai, dan danau.
BAHAYA
Bahaya yang kemungkinan datang di dalam gua sangat banyak. Sebagian besar merupakan faktor dari alam. Diantaranya :
1. terpeleset atau jatuh
2. tenggelam
3. tersesat
4. kedinginan
5. runtuhan atap atau dinding gua
6. hewan buas seperti hariamau, ular, kalajengking
7. keracunan gas seperti CO2
8. bahaya teknis yang disebabkan human error seperti kemampuan personil yang kurang, peralatan tidak bekerja baik ataupun rusak.
Sumber : http://dewabejo.wordpress.com/category/tak-berkategori/pengenalan-dasar-caving-susur-goa/
Langganan:
Postingan (Atom)


