Seorang penelusur goa atau caver diharapkan selalu memperhatikan kelengkapan standar perlengkapan sebelum masuk Gua.
Perlu diketahui perlangkapan standar tersebut meliputi,
Pertama, pakaian, jenis coverall (seperti pakaian montir) dari bahan
yang mudah dicuci dan cepat kering, berkantong banyak. Biasanya berwarna
mencolok sehingga mudah dilihat bila terkena sorotan lampu.
Kedua, sepatu tinggi tanpa tali, bertapak (sol) kembang anti slip dan mudah dibuka untuk membuang lumpur atau air yang masuk.
Ketiga, sarung tangan, gunanya untuk menahan tajamnya batu-batuan.
Keempat, manfaat perlunya pelindung siku dan lutut karena penelusur sering merangkak atau merayap.
Kelima, tutup kepala, helm caving khusus dengan pengikat ganda
kiri-kanan di depan dan di belakang telinga. Dari bahan tidak mudah
pecah, dilengkapi lampu kepala dan reservoir karbit yang kuat.
Keenam, sumber cahaya di goa. Minimal ada tiga jenis, yaitu listrik /
baterei (headlamp / lampu kepala dan lampu tangan), karbit (headlamp)
dan lilin. Namun sebaiknya, harus membawa cadangan karbit, bola lampu
dan batu beterei.
Ketujuh, tas kedap air yang berisi botol air
minum, gula jawa / makanan kecil, cadangan karbit dalam botol berulir
yang kedap air, batu baterei dan bola lampu, lilin, korek api, selimut
survival (bila memasuki gua yang dingin di atas gunung), kertas kedap
air, pensil, tutup kepala dari plastik (shower cup), alat foto khusus
(untuk penelusur yang akan membuat foto), alat-alat P3K sederhana,
handuk kecil dan pakaian kering.
Tidak cukup itu saja,apabila ingin menelsuri gua jenis vertikal
peralatan wajibnya terdiri dari peralatan pribadi seperti satu set alat
SRT, meliputi seat dan chest harness, ascendeur, descendeur caving,
croll, delta dan oval maillon rapid, beberapa carabineer screwgate, ikat
pinggang khusus untuk mencantolkan container lampu karbit, dua buah
cow’s tail, footloop dan carabineer snape gate secukupnya.
Untuk satu tim, peralatannya meliputi tali statik dan dinamik, tas kecil
berisi hammer, hand drill, bolt untuk anchor, macam-macam hanger
(plate, twisted, clown, ring), tangga (ladders) dari baja,padding, extra
webbing, extra carabineer, extra air mineral untuk minum, obat-obatan,
cadangan karbit dan alat-alat untuk pemetaan gua.Bahkan ada beberapa
gua untuk menesuri dibutuhkan , perahu karet, dan dayung.
Setelah mengetahui perlengkapan dan peralatan standar,Caver perlu
memiliki pengetahuan bagaimana cara untuk memasang lintasannya (rigging)
yang safety.
Rigging biasanya dipasang oleh minimal dua orang yang mahir dan tahu
masalah fall factor, padding dan cara memilih anchor points secara
tepat.
Lalu bagaimana pemilihan anchor point atau titik tambat.
Untuk anchor dengan titik tambat pohon, sebaiknya carilah dahan besar
dari pohon, namun teliti secara cermat kondisi kekuatan dan posisinya.
Untuk lubang tembus dari batuan yang telah dinilai kekuatan dan posisinya, bila perlu dites terlebih dahulu kekuataannya.
Kemudian bila anchor pada crack atau rekahan dinding yang telah diteliti
arah dan bentuk celah, juga kuat tidaknya menahan tarikan untuk menahan
alat pengaman sisip.
Bentukan alam dalam gua juga dapat digunakan, seperti stalagmite atau
pilar besar. Anchor ini digunakan hanya sebagai anchor deviasi (tambahan
/ back up). Biasanya menggunakan webbing dan jangan mendapat beban
terlalu berat.
Lantai, dinding atau atap gua yang terdiri dari batuan keras untuk dibor
dan dipasangi bolt sebagai anchor. Hematlah penggunaan bolt. Bila tidak
ada anchor points untuk pasang lintasan, baru digunakan padding untuk
mengurangi gesekan tali dengan batu. Hanya pada situasi tertentu (fall
factor > 1) boleh dibuat shock absorbing knots pada tali statik
(situasi demikian sedapat mungkin harus dihindari)
Sumber : http://himpalaunas.com/artikel/etalase/2010/10/04/mengenal-perlengkapan-standar-caving
Selasa, 12 November 2013
Perlengkapan - Perlengkapan Dasar Mountaineering
PERLENGKAPAN MOUNTAINEERING
- yang pling utama
Tas carrier / day pack (tergantung kebutuhan)
cover bag
Dry bag
tenda
matras
slepping bag (SB)
- alat - alat penunjang
navigation (GPS, kompas, Altimeter, termometer, barometer)
komunikasi ( HP (klo da sinyal", Telpon sattelite, HT, WT,dsb)
- cooking stuff n Logistic
makanan yang cukup untuk kita bawa (roti, susu dsb.).
obat- obatan pribadi (encok, nyeri, antiseptik, anti -nyamuk, anti lintah dan pacet) dan multivitamin (A-Z)
energy bar (coklat, keju, gula merah, /yang mengandung kadar energi tinggi)
kompor portable mini beserta gas/ parafin/ spirtus
botol minum beserta air
- Untuk diri pribadi
Jacket (waterproof dan windproof)
rain coat
Sarung tangan
kaos kaki min 2
celana dalam
jam tangan
Sepatu /sandal
topi / topi hangat dan sal leher
kacamata
hand body, sun block, pelembab bibir
senter (headlamp, handlamp): LED/ Bolam kuning boros energi
gaiter
ikat pinggang, dompet, tas pinggang, gantungan kunci ( carrabiner mini)
trekking pole.
jangan terlalu banyak ya... seperlunya aja..... takutnya ngga kuat bawanya
Tas
Day pack
Body pack
Carrier
Hydration pack
SB
Down ( mumi )
Synthetic ( selimut)
Tenda/tents
patrol
ridge
bell
frame
doom
geodesic
semi - geodesic
single pole
hybrid tunnel
tunnel
Hub and Swivel Pole
single arch
pop up
Curved "A" Reinforced Ridge
single hoop
lavvu /pyramid
dsb
silahkan di pilih...
saran bagi teman-teman yang pengen naik gunung yang ngga terlalu tinggi sich (bukit)... ada baiknya nggak usah ngebawa ni peralatan semua, itu saran saya...., tapi kalau kalian pengen latihan sebelum naikin gunung yang tinggi sich ngga apa-apa, biar nanti pas naik ngga kaget :D
sekian dulu ya posting saya kali ini moga bermanfaat.....
Sumber : http://sismandapala.blogspot.com/2013/03/perlengkapan-mountaineering_19.html
Dasar-Dasar Caving
SPELEOLOGY berasal dari kata Yunani,
Spalion (gua) dan Logos (ilmu).Sehingga dapat diartikan speleologi
adalah ilmu yang mempelajari gua beserta ilmu dan lingkungannya. Menurut
IUS (Interna-tional Union Of Speleology), yang berkedudukan di Wina
Austria :

Gua adalah setiap ruangan bawah tanah
yang dapat dimasuki orang. Gua memiliki sifat yang khas dalam mengatur
suhu udara di dalamnya, yaitu sangat stabilnya suhu udara yang ada.
Menurut catatan yang ada, penelusuran gua dimulai oleh John Beaumont,
ahli bedah dari Somerset, England (1674). Ia adalah seorang ahli tambang
dan geologi amatir. Orang yang paling berjasa mendeskripsikan gua
adalah Baron Johan Valsavor dari Slovenia. Ia mengunjungi 70 gua,
membuat peta, sketsa dan melahirkan empat buku setebal 2800 halaman.
Untuk wisata gua pertama kali tercatat tahun 1818, ketika Kaisar
Habsbrug Prancis I dari Austria meninjau gua Adelsberg (sekarang bernama
gua Postojna) terletak di Yugoslavia. Sedangkan di Indonesia, faktor
mistik dan magis masih melekat erat di gua-gua. Baik sebagai tempat
pemujaan, sesaji maupun bertapa. Bahkan sering dianggap sebagai tempat
tinggal makhluk !! Dalam penelusuran gua sangat ditekankan suatu etika
yang harus dipegang teguh oleh para penelusur dan hal ini sudah menjadi
motto NSS (National Speleological Society). Etika tersebut yaitu :
ª Take Nothing But Picture (Tidak mengambil sesuatu kecuali foto)ª Leave Nothing But Footprints (Tidak meninggalkan sesuatu kecuali jejak kaki)
ª Kill Nothing But Time (Tidak membunuh sesuatu kecuali waktu)
ILMU YANG BERKAITAN DENGAN SPELEOLOGI
1. Geomorfologi
Adalah keadaan permukaan daerah kawasan gua merupakan suatu bentang alam yang khas. Khususnya di daerah karst, adanya bukit karst yang berbentuk cone karst, tower karst maupun bentuk morfologi lain seperti dolina, ovala, cockpit, sungai, maupun bentuk-bentuk lain yang merupakan ciri kawasan karst yang mengalami proses pelarutan.
2. Klimatologi
Keadaan iklim suatu daerah mempunyai pengaruh terhadap lingkungan gua, baik itu flora dan fauna, maupun bentuk fisik gua. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan suhu, tekanan, curah hujan yang ada di daerah tersebut.
3. Hidrologi
Merupakan cabang ilmu yang berkaitan dengan mempelajari proses terbentuknya lorong gua yang disebabkan oleh aliran air baik secara fisik maupun kimiawi. Selain itu, proses terbentuknya ornamen gua seperti stalaktit, stalakmit, canopy, gourdam, dll, endapan dalam gua,sungai bawah tanah, yang kesemuanya itu merupakan bagian dari proses terbentuknya gua.
4. Geologi
Bagi ahli geologi, gua sangat menarik. Mempelajari bagaimana terbentuknya batuan karbonat atau gamping, batuan vulkanik, dan metamorfosa. Juga mempelajari tentang Tektonik, seperti pelipatan, pengangkatan dan pergeseran.
5. Biologi
Ekosistem yang berada di dalam sebuah gua sangatlah unik. Keunikan ini terjadi karena tidak pernahnya cahaya yang masuk ke gua, perubahan suhu yang sangat kecil, dan masih banyak faktor yang lain. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi di permukaan yang boleh dibilang selalu mendapat cahaya.
6. Arkeologi dan Paleomologi
Nilai arkeologi dari suatu gua bisa terlihat karena adanya suatu peninggalan jaman purba yang masih bisa kita saksikan di dalam gua tersebut seperti lukisan di dinding dan peninggalan lainnya seperti kapak batu, patung, dan barang pecah belah. Gua yang memiliki nilai arkeologi contohnya ada di :
ª Maros, Leang-leang, Sumpang Bita, di Sulawesi Selatan.
ª Fak-fak Irian Jaya
ª Kalimantan Tengah, dan
ª Flores
Selain ke-6 ilmu id atas, masih banyak cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan penelusuran gua seperti antropologi,
PERALATAN
Peralatan Pribadi
1. Helm
Helm untuk kegiatan caving berbeda dengan helm untuk rafting, climbing, atau olah raga lainnya. Tapi prinsipnya sama yaitu untuk melindungi kepala dari benturan benda keras. Untuk caving, helm ini pada bagian depannya dilengkapi dengan lampu penerangan.
2. Alat penerangan
Alat ini sangat vital untuk digunakan mengingat kondisi di dalam gua selalu gelap.Dianjurkan untuk membawa minimal tiga buah alat penerangan yang berbeda cara penggunaanya. Contoh alat penerangan yang biasa dipakai : Boom, senter, dan lilin.
3. Pakaian
Untuk pakaian, sangat dianjurkan memakai pakaian yang menutup seluruh badan dari kaki sampai leher, dan terbuat dari bahan yang cepat kering jika basah. Hal ini mengingat kebanyakan kondisi gua yang selalu dalam keadaan basah.
4. Sepatu
Sepatu sangat dianjurkan dipakai dalam caving. Diutamakan yang tidak menyerap air (sepatu dari bahan karet), dan memiliki sol yang kuat. Sepatu sangat penting mengingat kondisi dasar gua yang kebanyakan berupa batuan yang runcing dan tajam
5. Pelampung
Banyak digunakan pada penelusuran gua yang berupa sungai bawah tanah.
6. Sarung Tangan
Digunakan untuk melindungi tangan dari gesekan dengan tali dan dinding gua /batu yang tajam dan kasar.
7. SRT (Single Rope Technic)
Terdiri dari :
1. Seat harness
2. Ascender
3. Descender
4. Millon Rapide
5. Chest harness
6. Cow.s tail
7. Foot lopp
Peralatan Kelompok
1. Tali
Tali yang digunakan sama dengan yang digunakan pada tebing, tapi lebih baik menggunakan jenis static rope.
1. Ladders
Ladder atau tangga tali, biasanya terbuat dari kawat baja, atau dari tali . Digunakan pada pitch pendek dengan bentuk lintasan overhang.
1. Padding
Digunakan untuk melindungi tali dari gesekan. Terbuat dari bahan terpal yang kuat terhadap gesekan
1. Peralatan lain
ª Webbing
ª Carabiner
ª Pengaman untuk tambatan
ª Hammer
ª Pulley
PEMETAAN
Pemetaan gua sangat penting untuk dilaksanakan. Gua yang sudah terpetakan akan memudahkan para penelusur selanjutnya untuk menyusuri gua tersebut. Misal untuk peenlitian, SAR, maupun untuk sekedar penyusuran biasa.
Peralatan:
* Pita ukur / meteran
Gunakan meteran yang terbuat dari karet/plastik, ketelitian sampai Centimeter, dan panjang sejauh mungkin ( ± 30 m).
* Kompas
Gunakan kompas yang simpel seperti kompas orienteering. Kalau mau lebih teliti gunakan kompas bidik.
* Clinometer
Digunakan untuk mengukur sudut kemiringan terhadap bidang datar
* Lembar catatan / Buku
Digunakan untuk mencatat data yang diambil selama pemetaan.
Gunakan kertas yang tahan air, seperti kertas minyak.
ª Pensil
ª Penghapus
Kelengkapan Peta
Hal – hal yang harus diperhatikan dan dicatat selama pemetaan diantaranya :
ª Nama gua. Usahakan sesuai dengan nama yang diberikan oleh
ª penduduk setempat.
ª Grade peta. Digunakan untuk menunjukkan ketelitian daripada pemetaan.
ª Lokasi Gua.
ª Arah utara peta.
ª Skala peta
ª Cross section. Menggambarkan penampang melintang lorong gua sesuai skala.
ª Simbol .simbol. Digunakan untuk menggambarkan keadaan / bentukan dari gua yang spesifik seperti runtuhan, sungai, dan danau.
BAHAYA
Bahaya yang kemungkinan datang di dalam gua sangat banyak. Sebagian besar merupakan faktor dari alam. Diantaranya :
1. terpeleset atau jatuh
2. tenggelam
3. tersesat
4. kedinginan
5. runtuhan atap atau dinding gua
6. hewan buas seperti hariamau, ular, kalajengking
7. keracunan gas seperti CO2
8. bahaya teknis yang disebabkan human error seperti kemampuan personil yang kurang, peralatan tidak bekerja baik ataupun rusak.
Sumber : http://dewabejo.wordpress.com/category/tak-berkategori/pengenalan-dasar-caving-susur-goa/
Dasar-Dasar Mountaneering
Mountaineering berasal dari kata “mountain”
yang berarti gunung. Mountaineering adalah kegiatan mendaki gunung yang
terdiri dari tiga tahap kegiatan, yaitu :



MENGAPA MENDAKI GUNUNG????
Bagi orang awam, kegiatan petualangan seperti mendaki gunung selalu mengundang pertanyaan klise “mau apa sih kesana???”. Pertanyaan sederhana tapi sering membuat bingung yang ditanya atau bahkan mengundang rasa kesal. George F. Mallory, seorang pendaki Inggris menjawab pertanyaan tersebut “because it is there”. Mallory bersama rekannya menghilang di everest tahun 1924. Soe hook Gie (Mapala UI) menulis dalam puisi “Aku Cinta Pangarango; karena aku mencintai kebenaran hidup”. Dia tewas tercekik gas beracun di puncak Mahameru tanggal 16 Desember 1969.
Motivasi mendaki gunung memang bermacam-macam. Manusia mempunyai kebutuhan psikologis, kebutuhan akan pengalaman baru, dan kebutuhan untuk diakui oleh manusia lainnya. Rasa ingin tahu adalah yang mendasari dan menjadi jiwa setiap manusia.
TEKNIK MENDAKI GUNUNG
Mendaki gunung pada dasarnya adalah olah raga berjalan. karenanya penguasaan teknik berjalan yang benar wajib diketahui terlebih dahulu.
berjalan di gunung tentu saja tak sama dengan berjalan di trotoar. Di gunung anda harus berjalan dengan beban di punggung, melintasi lembah, mendaki tebing, menuruni lereng-lereng, atau meniti punggungan-punggungan yang tipis. Dengan medan seperti itu ditambah dengan beban yang harus dibawa maka keseimbangan dalam berjalan di gunung adalah mutlak.
Seperti juga pejalan kaki yang lain, anda harus berjalan dalam satu irama yang tetap, dengan kata lain, tidak kaku seperti robot. Tidak ubah bagai seorang penari, berjalan di gunung pun punya seni tersendiri. Kalau seorang penari mempunyai kenikmatan tersendiri dalam melakukan gerakan-gerakannya, maka seorang pendaki yang berjalan dalam irama tertentu juga harus dapat merasakannya sebagai suatu kesenangan tersendiri pula.
Ada beberapa patokan yang harus diperhatikan dalam berjalan tentu saja melangkah, inilah hal pertama yang harus diperhatikan. Berjalanlah dengan langkah-langkah kecil, jangan memaksakan kaki untuk mlangkah terlalu lebar. Langkah-langkah yang terlalu lebar menyebabkan berat badan seringkali ditunjang oleh satu kaki saja karenanya keseimbangan badan pun gampang goyah. Dengan langkah-langkah yang kecil, berat badan dapat ditunjang secara mantap oleh kedua kaki. Perlu di ingat bahwa kaki bukan hanya untuk menahan berat badan, tetapi telah ditambah dengan berat barang yang ada dalam ransel. Dengan langkah-langkah kecil, gerakan nafas teratur, dan ini merupakan cara yang tepat untuk menghemat tenaga.
Bagi pendaki yang berpengalaman, berjalan dua atau tiga jam tanpa istirahat merupakan hal yang biasa. Tentu dibutuhkan kekuatan dan stamina yang cuma dapat diperoleh melalui latihan dan pengalaman yang tidak sedikit. Akan tetapi, sebagai ukuran minimal boleh dikatakan bahwa berjalan satu jam dengan istirahat sepuluh menit adalah normal.
Ketika istirahat, duduklah dengan kaki yang melonjor lurus sedikit di atas badan untuk mengembalikan darah supya mengalir normal, karena ketika badan berjaln seluruh darah telah berpusat di kaki. Teguklah minuman secukupnya dan makanlah beberapa makanan kecil. Usahakan agar tidak beristirahat di tempat berangin karena udara dingin dapat mengerutkan otot yang sedang beristirahat, dapat menyebabkan terjadi kram pada otot.
Pilihlah lokasi istirahat yang baik. Secara psikologis lebih menguntungkan apabila anda memilih lokasi di bagian yang tinggi. Dari tempat ini akan tampak pemandangan yang indah, nikmatilah untuk mengurangi perasaab lelah setelah lama berjalan. Makan dan minum secukupnya untuk mengembalikan tenaga, kalau perlu di masak dulu agar hangat dan segar. Ada baiknya memakan sedikit garam untuk menghindarkn kram karena banyak keringat yang mengucur memungkinkan hilangnya garam dari tibuh. Membawa buah segar seperti apel, pir, anggur juga sangat membantu untuk mengembalikan tenaga. karena mengandung banyak air dan vitamin maka mengkonsumsi buah segar juga sangat membantu.
Ketika anda berjalan perhatikan betul medan yang dihadapi. Kalau melewati medan yang penuh kerikil dan batu-batui tajam, harap berhati-hati karena kaki mudah tergelincir jika ceroboh. Tidak berbeda apabila anda harus melintasi medan yang berbatu besar dan bulat seperti bebatuan pada sungai misalnya, anda harus melintasinya dengan melompat dari satu batu ke batu yang lain, yaitu dengan gerak sedemikian rupa cepatnya sehingga batu yang diinjak belum lagi sempat bergulir tetapi anda sudah melompat ke batu yang lain.
Cara di atas tentu saja berbahaya kalau kondisi anda sudah lelah. Cara lain yang lebih aman adalah dengan menaiki satu persatu batu tersebut, perlahan-lahan dengan memeriksa terlebih dahulu batu yang akan di injak, agar tak gampang bergulir nantinya. Cara mana sebaiknya yang akan dipakai, itu tergantung dari pengalaman dan tingkat kelelahan anda.
Medan yang berumput dan terjal seringkali membahayakan, terlebih ketika basah karena hujan atau embun. Pendaki yang tidak berhati-hati akan mudah tergelincir, terutama jika memakai sepatu yang tidak sesuai. Demikian pula dengan medan becek, berlumpur, licin dan berbahaya.
Jangan percaya pada pohon-pohon kecil di pinggir tebing. Pohon-pohon ini seringkali tidak cukup kuat untuk menahan bobot manusia, sehungga mudah terabut. Btang-batang pohon itu banyak yang lapuk, lalu patah ketika anda menekalnya dan menahan badan di situ. Kalau tidak yakin betul, hanya guakan pohon-pohon itu sebagai keseimbangan saja.
Mendaki di lereng gunung dengan tanah berpasir lebih sulit daripada di atas tanah keras. Setiap kali menjejak, tanah berpasir bisa melorot ke bawah. Anda kadang-kadang perlu menyepakkan kaki ke dalam tanah pasir itu agar tidak melorot. Orang kedua dan seterusnya dapat mengikuti bekas jejak orang pertama supaya tidak mudah lelah, karena tanah berpasir bekas jejak menjadi lebih keras.
Berjalan di atas punggung dari sebuah tebing yang tipis dengan jurang menganga di sebelah kiri dan kanan merupaka kondisi kritis yang membutuhkan teknik tersendiri untuk mengulanginya. Angin kenang yang sering meniup akan menggoyahkan keseimbangan badan. Jangan melakukan gerakan-gerakan yang tiba-tiba dan membahayakan. Misalnya melempar batu atau mengayunkan tangan keras-keras. Berjalanlah dengan tenang dan penuh konsentrasi, tetapi tetap dalam irama yang teratur dan tidak kaku.
Sumber : http://loopdreamer.wordpress.com/2009/05/05/dasar-dasar-mountaineering/
- Hill Walking. Merupakan perjalanan pendakian bukit-bukit yang landai, tidak mempergunakan peralatan dan teknis pendakian
- Scrambling. Merupakan pendakian pada tebing batu yang tidak terlalu terjal. tangan hanya digunakan sebagai keseimbangan
- Climbing. Merupakan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik pendakian. bentuk climbing adalah :
- Rock climbing, yaitu pendakian pada tebing batu
- Snow ice climbing, yaitu merupakan pendakian pada es dan salju
MENGAPA MENDAKI GUNUNG????
Bagi orang awam, kegiatan petualangan seperti mendaki gunung selalu mengundang pertanyaan klise “mau apa sih kesana???”. Pertanyaan sederhana tapi sering membuat bingung yang ditanya atau bahkan mengundang rasa kesal. George F. Mallory, seorang pendaki Inggris menjawab pertanyaan tersebut “because it is there”. Mallory bersama rekannya menghilang di everest tahun 1924. Soe hook Gie (Mapala UI) menulis dalam puisi “Aku Cinta Pangarango; karena aku mencintai kebenaran hidup”. Dia tewas tercekik gas beracun di puncak Mahameru tanggal 16 Desember 1969.
Motivasi mendaki gunung memang bermacam-macam. Manusia mempunyai kebutuhan psikologis, kebutuhan akan pengalaman baru, dan kebutuhan untuk diakui oleh manusia lainnya. Rasa ingin tahu adalah yang mendasari dan menjadi jiwa setiap manusia.
TEKNIK MENDAKI GUNUNG
Mendaki gunung pada dasarnya adalah olah raga berjalan. karenanya penguasaan teknik berjalan yang benar wajib diketahui terlebih dahulu.
berjalan di gunung tentu saja tak sama dengan berjalan di trotoar. Di gunung anda harus berjalan dengan beban di punggung, melintasi lembah, mendaki tebing, menuruni lereng-lereng, atau meniti punggungan-punggungan yang tipis. Dengan medan seperti itu ditambah dengan beban yang harus dibawa maka keseimbangan dalam berjalan di gunung adalah mutlak.
Seperti juga pejalan kaki yang lain, anda harus berjalan dalam satu irama yang tetap, dengan kata lain, tidak kaku seperti robot. Tidak ubah bagai seorang penari, berjalan di gunung pun punya seni tersendiri. Kalau seorang penari mempunyai kenikmatan tersendiri dalam melakukan gerakan-gerakannya, maka seorang pendaki yang berjalan dalam irama tertentu juga harus dapat merasakannya sebagai suatu kesenangan tersendiri pula.
Ada beberapa patokan yang harus diperhatikan dalam berjalan tentu saja melangkah, inilah hal pertama yang harus diperhatikan. Berjalanlah dengan langkah-langkah kecil, jangan memaksakan kaki untuk mlangkah terlalu lebar. Langkah-langkah yang terlalu lebar menyebabkan berat badan seringkali ditunjang oleh satu kaki saja karenanya keseimbangan badan pun gampang goyah. Dengan langkah-langkah yang kecil, berat badan dapat ditunjang secara mantap oleh kedua kaki. Perlu di ingat bahwa kaki bukan hanya untuk menahan berat badan, tetapi telah ditambah dengan berat barang yang ada dalam ransel. Dengan langkah-langkah kecil, gerakan nafas teratur, dan ini merupakan cara yang tepat untuk menghemat tenaga.
Bagi pendaki yang berpengalaman, berjalan dua atau tiga jam tanpa istirahat merupakan hal yang biasa. Tentu dibutuhkan kekuatan dan stamina yang cuma dapat diperoleh melalui latihan dan pengalaman yang tidak sedikit. Akan tetapi, sebagai ukuran minimal boleh dikatakan bahwa berjalan satu jam dengan istirahat sepuluh menit adalah normal.
Ketika istirahat, duduklah dengan kaki yang melonjor lurus sedikit di atas badan untuk mengembalikan darah supya mengalir normal, karena ketika badan berjaln seluruh darah telah berpusat di kaki. Teguklah minuman secukupnya dan makanlah beberapa makanan kecil. Usahakan agar tidak beristirahat di tempat berangin karena udara dingin dapat mengerutkan otot yang sedang beristirahat, dapat menyebabkan terjadi kram pada otot.
Pilihlah lokasi istirahat yang baik. Secara psikologis lebih menguntungkan apabila anda memilih lokasi di bagian yang tinggi. Dari tempat ini akan tampak pemandangan yang indah, nikmatilah untuk mengurangi perasaab lelah setelah lama berjalan. Makan dan minum secukupnya untuk mengembalikan tenaga, kalau perlu di masak dulu agar hangat dan segar. Ada baiknya memakan sedikit garam untuk menghindarkn kram karena banyak keringat yang mengucur memungkinkan hilangnya garam dari tibuh. Membawa buah segar seperti apel, pir, anggur juga sangat membantu untuk mengembalikan tenaga. karena mengandung banyak air dan vitamin maka mengkonsumsi buah segar juga sangat membantu.
Ketika anda berjalan perhatikan betul medan yang dihadapi. Kalau melewati medan yang penuh kerikil dan batu-batui tajam, harap berhati-hati karena kaki mudah tergelincir jika ceroboh. Tidak berbeda apabila anda harus melintasi medan yang berbatu besar dan bulat seperti bebatuan pada sungai misalnya, anda harus melintasinya dengan melompat dari satu batu ke batu yang lain, yaitu dengan gerak sedemikian rupa cepatnya sehingga batu yang diinjak belum lagi sempat bergulir tetapi anda sudah melompat ke batu yang lain.
Cara di atas tentu saja berbahaya kalau kondisi anda sudah lelah. Cara lain yang lebih aman adalah dengan menaiki satu persatu batu tersebut, perlahan-lahan dengan memeriksa terlebih dahulu batu yang akan di injak, agar tak gampang bergulir nantinya. Cara mana sebaiknya yang akan dipakai, itu tergantung dari pengalaman dan tingkat kelelahan anda.
Medan yang berumput dan terjal seringkali membahayakan, terlebih ketika basah karena hujan atau embun. Pendaki yang tidak berhati-hati akan mudah tergelincir, terutama jika memakai sepatu yang tidak sesuai. Demikian pula dengan medan becek, berlumpur, licin dan berbahaya.
Jangan percaya pada pohon-pohon kecil di pinggir tebing. Pohon-pohon ini seringkali tidak cukup kuat untuk menahan bobot manusia, sehungga mudah terabut. Btang-batang pohon itu banyak yang lapuk, lalu patah ketika anda menekalnya dan menahan badan di situ. Kalau tidak yakin betul, hanya guakan pohon-pohon itu sebagai keseimbangan saja.
Mendaki di lereng gunung dengan tanah berpasir lebih sulit daripada di atas tanah keras. Setiap kali menjejak, tanah berpasir bisa melorot ke bawah. Anda kadang-kadang perlu menyepakkan kaki ke dalam tanah pasir itu agar tidak melorot. Orang kedua dan seterusnya dapat mengikuti bekas jejak orang pertama supaya tidak mudah lelah, karena tanah berpasir bekas jejak menjadi lebih keras.
Berjalan di atas punggung dari sebuah tebing yang tipis dengan jurang menganga di sebelah kiri dan kanan merupaka kondisi kritis yang membutuhkan teknik tersendiri untuk mengulanginya. Angin kenang yang sering meniup akan menggoyahkan keseimbangan badan. Jangan melakukan gerakan-gerakan yang tiba-tiba dan membahayakan. Misalnya melempar batu atau mengayunkan tangan keras-keras. Berjalanlah dengan tenang dan penuh konsentrasi, tetapi tetap dalam irama yang teratur dan tidak kaku.
Sumber : http://loopdreamer.wordpress.com/2009/05/05/dasar-dasar-mountaineering/
Rabu, 06 November 2013
Cara Untuk Menginvite PIN BBM for Android
Bagaimana cara invite PIN pengguna di aplikasi BBM Android dan iPhone?
Bagi pengguna Blackberry lama, mungkin tak akan menemui kendala. Tapi
bagi pengguna baru bisa saja alami kesulitan.
PIN atau Personal Identification Number sejenis "KTP" atau ID di BBM. Tiap pengguna BBM pasti miliki ID berupa kombinasi huruf dan angka. Contoh PIN BBM misalkan 749BE0B2.
Untuk menambah kontak BBM, baik itu di Blackberry, Android, dan iPhone membutuhkan kehadiran PIN. Ini sangat berbeda di aplikasi pesan instan lain macam WhatsApp, LINE, KakaoTalk, atau LINE.
Di pelbagai aplikasi pesan instan itu cara penambahan teman atau kontak hanya dengan memindai nomor telepon yang tersimpan di buku alamat ponsel. Jika sudah terpindai, aplikasi tersebut akan sarankan teman baru atau teman lama dari buku alamat itu yang menggunakan aplikasi pesan instan terkait.
Di BBM proses pemindaian ini tidak ditemui. Alhasil pengguna harus menambahkan kontak atau PIN secara manual satu demi satu. Memang melelahkan tapi begitulah adanya. Tak ada opsi lain kecuali memulihkan (restore) kontak dari pengguna BBM lama.
Untuk melakukan invite PIN BBM, buka aplikasi BBM Android dan tap opsi disamping tab Groups untuk membuka opsi baru. Setelah di sidebar kanan layar muncul opsi baru, kemudian tap Invite to BBM.
Jika sudah akan muncul menu baru dan pilih Invite by PIN. Setelah itu masukkan PIN yang akan di-invite, misalkan saja 749BE0B2, laku klik Send. Lantas, tinggal menunggu saja jika PIN telah di accept pemiliknya atau ditambahkan nanti akan tertampil di tab Contacts.
Sumber : http://www.berita8.com/berita/2013/11/bagaimana-cara-invite-pin-di-bbm-untuk-android-dan-iphone
PIN atau Personal Identification Number sejenis "KTP" atau ID di BBM. Tiap pengguna BBM pasti miliki ID berupa kombinasi huruf dan angka. Contoh PIN BBM misalkan 749BE0B2.
Untuk menambah kontak BBM, baik itu di Blackberry, Android, dan iPhone membutuhkan kehadiran PIN. Ini sangat berbeda di aplikasi pesan instan lain macam WhatsApp, LINE, KakaoTalk, atau LINE.
Di pelbagai aplikasi pesan instan itu cara penambahan teman atau kontak hanya dengan memindai nomor telepon yang tersimpan di buku alamat ponsel. Jika sudah terpindai, aplikasi tersebut akan sarankan teman baru atau teman lama dari buku alamat itu yang menggunakan aplikasi pesan instan terkait.
Di BBM proses pemindaian ini tidak ditemui. Alhasil pengguna harus menambahkan kontak atau PIN secara manual satu demi satu. Memang melelahkan tapi begitulah adanya. Tak ada opsi lain kecuali memulihkan (restore) kontak dari pengguna BBM lama.
Untuk melakukan invite PIN BBM, buka aplikasi BBM Android dan tap opsi disamping tab Groups untuk membuka opsi baru. Setelah di sidebar kanan layar muncul opsi baru, kemudian tap Invite to BBM.
Jika sudah akan muncul menu baru dan pilih Invite by PIN. Setelah itu masukkan PIN yang akan di-invite, misalkan saja 749BE0B2, laku klik Send. Lantas, tinggal menunggu saja jika PIN telah di accept pemiliknya atau ditambahkan nanti akan tertampil di tab Contacts.
Sumber : http://www.berita8.com/berita/2013/11/bagaimana-cara-invite-pin-di-bbm-untuk-android-dan-iphone
Begini Cara Kerja BBM
Lebihdari.com – Lebih Dari Sekedar Blog Informasi Dan Tutorial. BlackBerry mengatakan bahwa dalam 24 jam setelah merilis BlackBerry Messenger (BBM) untuk Android dan iOS, ada lebih dari 100 juta orang dari seluruh dunia yang menggunakan produk tersebut.
Memang untuk sebagian besar pengguna tidak akan mau tahu bagaimana proses kerja dari BBM itu. Namun, tidak ada salahnya untuk sedikit mengetahuinya.
Menurut gambar grafis seperti yang diunggah oleh The Globe and Mail (23/10), setelah pengguna BlackBerry mengirimkan pesan BBM-nya, maka pesan tersebut akan melewati 4 tempat terlebih dahulu sebelum akhirnya diterima oleh pihak yang dimaksud.
BBMPesan BBM yang dikirimkan awalnya akan diterima oleh jaringan milik operator lokal dan kemudian dikirimkan kembali dalam bentuk enkripsi ke server penampung.
Untuk sampai ke server pusatnya, maka data yang telah dienkripsi tersebut akan menggunakan jaringan internet dan harus melalui scanning firewall terlebih dahulu.
Setelah data enkripsi masuk ke server, maka data tersebut akan dikirimkan secara langsung dalam bentuk data yang telah di dekripsi ke perangkat penerima.
Oleh karenanya, terkadang akan ada kendala dalam penerimaan yang kemungkinan disebabkan banyak hal. Seperti, gangguan pada jaringan operator, masalah pada jaringan internet, server bermasalah sampai dengan masalah fisik lainnya
Sumber : http://lebihdari.com/gadgets/begini-cara-kerja-blackberry-messenger-bbm/
BBM untuk Android sudah tersedia di Google Play
Jakarta (ANTARA
News) - Aplikasi BBM untuk Android sudah tersedia di Google Play (Play
Store) pada Selasa dini hari, dan setelah diunduh aplikasi ini bisa
beroperasi dengan lancar saat dicoba untuk mengirim atau menerima pesan.
Selain itu untuk mengunduh aplikasi BBM ini bisa dengan membuka alamat bbm.com dari perangkat Android. Setelah itu arahkan ke Play Store untuk mengunduhnya. Cara ini relatif lebih aman karena berasal dari alamat yang resmi. Pengguna juga bisa mengunduh di Play Store dengan alamat https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bbm
Setelah itu, pengguna bisa menginstallnya. Jika sudah mempunyai BB ID, maka pendaftaran akan lebih mudah karena Anda tinggal mengisinya. Aplikasi di BBM pun berjalan dengan lancar.
Ketika dicoba dengan menggunakan BB ID yang sebelumnya didaftarkan melalui perangkat BlackBerry maka seluruh "Kontak" maupun "Group" otomotis terimpor di perangkat Android. Namun PIN BBM di perangkat Android berbeda dengan di perangkat BB. Selain itu, setelah BBM di Android bisa beroperasi, BBM di perangkat BB kita menjadi tidak bisa dioperasikan.
Untuk mengetahui PIN BBM di Android, maka tap (sentuh) saja profil kita maka akan terlihat PIN BBM.
Sementara yang belum mempunyai BB ID atau ingin membuat BB ID baru maka Anda bisa membuatnya dari aplikasi BBM untuk Android tersebut.
Sebelumnya pihak BB juga mengumumkan bahwa BBM untuk iPhone juga akan segera bisa diunduh.
Semula BBM untuk Android dan iPhone akan diluncurkan pada 21 September 2013, namun ditunda karena pada saat itu banyak aplikasi tidak resmi yang diunduh pengguna Android. Akibatnya sistem BlackBerry menjadi bermasalah. (*)
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/401472/bbm-untuk-android-sudah-tersedia-di-google-play
Selain itu untuk mengunduh aplikasi BBM ini bisa dengan membuka alamat bbm.com dari perangkat Android. Setelah itu arahkan ke Play Store untuk mengunduhnya. Cara ini relatif lebih aman karena berasal dari alamat yang resmi. Pengguna juga bisa mengunduh di Play Store dengan alamat https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bbm
Setelah itu, pengguna bisa menginstallnya. Jika sudah mempunyai BB ID, maka pendaftaran akan lebih mudah karena Anda tinggal mengisinya. Aplikasi di BBM pun berjalan dengan lancar.
Ketika dicoba dengan menggunakan BB ID yang sebelumnya didaftarkan melalui perangkat BlackBerry maka seluruh "Kontak" maupun "Group" otomotis terimpor di perangkat Android. Namun PIN BBM di perangkat Android berbeda dengan di perangkat BB. Selain itu, setelah BBM di Android bisa beroperasi, BBM di perangkat BB kita menjadi tidak bisa dioperasikan.
Untuk mengetahui PIN BBM di Android, maka tap (sentuh) saja profil kita maka akan terlihat PIN BBM.
Sementara yang belum mempunyai BB ID atau ingin membuat BB ID baru maka Anda bisa membuatnya dari aplikasi BBM untuk Android tersebut.
Sebelumnya pihak BB juga mengumumkan bahwa BBM untuk iPhone juga akan segera bisa diunduh.
Semula BBM untuk Android dan iPhone akan diluncurkan pada 21 September 2013, namun ditunda karena pada saat itu banyak aplikasi tidak resmi yang diunduh pengguna Android. Akibatnya sistem BlackBerry menjadi bermasalah. (*)
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/401472/bbm-untuk-android-sudah-tersedia-di-google-play
Langganan:
Postingan (Atom)